Batam Terkini :


Home » , » Pasien RSAB Batam Salah Minum Obat, Keguguran

Pasien RSAB Batam Salah Minum Obat, Keguguran

RS Awal Bros
BATAM HARI INI - Fanny Iood (33), warga Perumahan Kapital Raya Blok K nomor 19 Batam Centre ini terpaksa harus rela kehilangan janin yang berada di dalam kandungannya akibat dugaan malpraktek dari tim dokter RS Awal Bros yang 
salah memberi obat.
Peristiwa ini berawal ketika korban yang sedang hamil 7 minggu ini mengalami pendarahan dan langsung dirujuk ke RS Awal Bros pada Kamis (8/8) lalu sekitar 22.00 WIB. Namun, saat mendapatkan pelayanan medis di ruang UGD, dr Aditya yang menangani korban langsung memvonis janin yang ada di dalam kandungan tak bisa diselamatkan.

"Dokter yang menangani langsung memvonis janin saya tak bisa diselamatkan tanpa melakukan tindakan dan memberi obat," kata Fanny, usai membuat laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Barelang, Kamis (15/8).

Tak lama kemudian korban langsung di-USG dr Hendri Lim SpOg dan hasilnya mengatakan bahwa janin di dalam kandungan tak berkembang. Selanjutnya, korban diberi obat penguat untuk rahim, obat tersebut diberikan melalui kemaluan.

"Setelah diberi obat, sejak Jumat (besoknya) pagi saya tak lagi mengalami pendarahan. Obat yang diberikan itu namanya Utrogestan," jelasnya.

Namun, lanjutnya, pada Jumat (9/8) malam korban diberi obat oleh perawat, usai memakan obat yang diberikan tersebut, korban kembali mengalami pendarahan pada Sabtu (10/8) pagi. Setelah diperiksa ternyata obat yang diminum merupakan obat khusus luar.

"Tiba-tiba saya kembali mengalami pendarahan, setelah dicek obatnya oleh keluarga saya, ternyata obat yang saya minum adalah khusus obat luar yang seharusnya dimasukan ke dalam vagina (kemaluan)," tegasnya.

Peristiwa ini lantas dilaporkan korban kepada pihak rumah sakit. Mengetahui itu pihak rumah sakit langsung meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan perawat.

"Pihak rumah sakit langsung meminta maaf kepada kami. Anehnya dr Aditya tak mengaku bersalah, sebab yang memberikan obat adalah perawat," lanjutnya.

Masih kata dia, Minggu (11/8) pagi korban mengalami pendarahan dan keluar gumpalan hitam seperti hati ayam, pihak keluarga merasa curiga yang keluar itu adalah janin. Tapi dokter yang menangani membantah dan menyatakan itu bukan janin.

"Dokter membantah itu bukan janin, namun setelah dicek USG ternyata benar janin saya sudah kosong," kesalnya.

Atas pengalaman yang dialami itu dan diduga merupakan korban malapraktik oleh pihak RS Awal Bros, korban selanjutnya melaporkan ke Mapolresta Barelang untuk proses hukum selanjutnya. 

Humas RSAB Dr. Sinta Trilusita membantah pihaknya melakukan Malapraktik. Sebab, obat yang diberikan suster bisa diminum melalui mulut dan bisa juga melalui vagina.

" Efeknya sama, baik mulut maupun vagina," katanya.

Ketika disebutkan kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi, Sinta Trilusita mengatakan sebagai warga negara yang baik pihaknya  akan patuh dan taat terhadap hukum. Karena itu, pihaknya siap menjelaskan kepada penyidik terkait kasus tersebut. (HK/cw75/btd)
Share this article :
Comments
0 Comments
 
Support : Batampos | BatamTV | Batamtoday | Haluan Kepri | TribunBatam
Copyright © 2011. Batam Hari Ini, Esok & Nanti - All Rights Reserved
Template Modify by Awaluddin, SE
Proudly powered by Blogger