Batam Hari Ini :
Home » » Target Raih Adiwiyata Nasional Tahun 2014

Target Raih Adiwiyata Nasional Tahun 2014

BATAM Pendidikan-Tak ingin gagal kedua kalinya meraih adiwiyata ditingkat nasional, SMPN 4 Batam mulai sekarang sedang berbenah diri menghadapi  penilaian Adiwiyata tahun 2014 mendatang. Sebagai langkah persiapan sejak dini untuk mengikuti program Adiwiyata tahun 2014 kepala sekolah akan melakukan studi banding dan mengandeng pihak ketiga dalam pembinaan sekolah berwawasan lingkungan.
Sebelumnya pada Adiwiyata 2013 kemarin, SMPN 4 Batam mewakili Provinsi Kepri di tingkat nasional, namun gagal meraih juara. Hal ini disebabkan, kurang maksimalnya dalam pengelolaan sampah menjadi pupuk organik yang bisa menghasilkan nilai ekomomis. 

"Mungkin kita tidak berhasil ditingkat nasional karena masih belum maksimal dalam pengelolaan sampah menjadi sampah organik. Dan kita juga belum kerjasama dengan pihak ketiga, serta penerapan kurikulum berbasis lingkungan kurang di fokuskan," ujar Kepala Sekolah SMPN 4 Batam, Vadilifa SAg usai pelantikan PC PGRI Kecamatan Bengkong di Golden Prawn, Senin (24/6).

Untuk persiapan lebih matang lagi dalam meraih Adiwiya 2014 ini, ia akan melakukan studi banding ke SMPN 8 Pekan Baru dan Payakumbuh yang telah beberapa kali meraih Adiwiyata tingkat nasional. Hasil studi banding ini kata dia, nantinya akan diterapkan di SMPN 4 Batam dengan mengoptimalkan yang kurang dalam penilaian Adiwiyata tersebut.    

Apalagi kata dia, pihak Bapedalda Kota Batam berjanji akan memfasilitasi pihak ketiga dalam pembinaan sekolah berwawasan lingkungan."Hanya tinggal satu langkah lagi yang harus kita benahi, pasti kedepannya akan menang. Seperti untuk produksi sampah kita himbau anak didik bawa dari rumah, tapi telah mereka pilah-pilah. Setelah itu kita olah di sekolah dan dikemas menjadi pupuk organik, karena mesin kompos kita bisa memproduksi hingga 2 ton lebih," katanya.   

Vadilifa menilai,  dampak dari adiwiyata dipastikan memberikan pengaruh positif bagi sekolah, terutama dirasakan oleh anak  didik. Yakni semakin betah berada di sekolah, karena dengan kondisi yang nyaman. Bahkan tempat-tempat yang rimbun dimanfaatkan sebagai taman bacaan. Hal ini selain untuk memperindah tampilan sekolah, juga untuk meningkatkan minat baca para anak didik. 

"Belajar di outdoor itu menyenangkan. Terlebih tak sekadar memanfaatkan ruang di luar tapi juga langsung berhadapan dengan alam," katanya. (men)
Share this article :
 
Support : Modifikasi Website | Awaluddin, SE | Batam Hari Ini, Esok dan Nanti
Copyright © 2011. Batam Hari Ini, Esok & Nanti - All Rights Reserved
Template Modify by Modifikasi Website
Proudly powered by Blogger