Batam Terkini :
Home » » Dampak Subsidi BBM Terhadap Rakyat Kecil

Dampak Subsidi BBM Terhadap Rakyat Kecil

DEMI persamaan hak, apakah semua warga negara Indonesia berhak menikmati subsidi? Apakah subsidi selama ini sudah tepat sasaran? Apakah tepat pemerintah mengambil kebijakan  mensubsidi barang? Apakah warga Negara Indonesia yang berdomisili di pedesaan, di pegunungan, di pesisir pantai, dan di perkampungan kumuh di perkotaan sudah menikmati subsidi? Apakah subsidi langsung seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) membuat masyarakat Indonesia malas? Apakah kendaraan umum yang melayani masyarakat berhak memperoleh subsidi? Apakah saya berhak menikmati subsidi? Apakah pemerintah Indonesia sudah melakukan pendataan warga Negara Indonesia yang berhak memperoleh subsidi? Sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin penulis sampaikan yang berhubungan dengan subsidi.
Penjualan suatu produk akan selalu di atas harga pokok produksi (HPP) agar perusahaan memperoleh keuntungan (profit). Apabila ada perusahaan yang menjual produksinya di bawah harga pokok produksi maka perusahaan tersebut akan mengalami kerugian. Penentuan harga pokok produksi tidak hanya pada perusahaan manufaktur tetapi juga pada usaha jasa maupun dagang. Setiap perusahaan idealnya menjual produknya di atas harga pokok produksi demi kelangsungan usahanya di masa mendatang. Keharusan untuk menjual produknya di atas harga pokok produksi tidak hanya pada perusahaan swasta tapi juga pada perusahaan milik pemerintah seperti BUMN/BUMD.
Dalam realitasnya tidak semua perusahaan menjual produknya di atas harga pokok produksi tapi bahkan di bawah harga pokok produksi terutama perusahaan milik pemerintah dengan dalih untuk membantu masyarakat seperti pertamina yang menjual produknya di bawah harga pokok produksi. Perusahaan yang menjual produknya di bawah harga pokok produksi bisa bertahan sampai sekarang karena memperoleh subsidi dari pemerintah yang berasal dari APBN, sedangkan APBN sebagian besar bersumber dari pajak yang dihimpun dari rakyat.
Siapa yang menentukan harga pokok produksi? Harga pokok produksi ditentukan oleh perusahaan itu sendiri. Setiap perusahaan akan berusaha menentukan harga pokok produksi seefisien mungkin agar  mampu memenangkan persaingan di pasar dan memperoleh keuntungan. Bagi perusahaan yang memasuki pasar persaingan sempurna (tidak monopoli) tidak bisa menentukan harga pokok produksi tanpa memperhatikan kompetitornya (pesaing). Sebaliknya bagi perusahaan monopologi menentukan harga pokok produksinya tanpa melihat kompetitor karena mereka pelaku tunggal sehingga kebanyakan perusahaan monopoli inefisiensi.
Perusahaan milik Negara (BUMN/BUMD) terutama yang monopoli  harus transparan dalam menentukan harga pokok produksi sehingga tidak merugikan konsumen. Sampai sekarang masyarakat belum tahu berapa harga pokok produksi 1 liter bensin/solar, apakah harga jual 1 liter bensin/solar di atas harga pokok produksi atau sebaliknya di bawah harga pokok produksi. Pertamina sebagai perusahaan monopoli seharusnya transfaran kepada masyarakat dalam menentukan harga pokok produksi, yang pasti setiap tahunnya pemerintah memberikan subsidi BBM.
Berbicara mengenai subsidi tidak bisa terlepas subsidi bahan bakar minyak (BBM) karena subsidi BBM menyedot anggaran cukup besar dalam APBN dan pemerintah sampai sekarang masih gamang untuk mengurangi subsidi BBM bahkan selalu meningkat setiap tahunnya. Pemerintah sudah beberapa kali mewacanakan pengurangan subsidi dengan berbagai macam teknik tetapi belum sampai teknik pengurangan subsidi diaplikasikan pemerintah sudah surut kebelakang tidak jadi melakukan pengurangan subsisi dengan mengedepankan pertimbangan politis mengabaikan pertimbangan ekonomi.
Pemerintah harus mempunyai keberanian untuk mengurangi subsidi BBM secara bertahap karena subsidi BBM telah memberatkan APBN. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa subsisi BBM tidak tepat sasaran karena yang menikmati subsidi BBM adalah masyarakat yang ekonominya relatif baik bahkan dari golongan kaya.
Sebelum mengurangi subsidi BBM pemerintah harus bisa memperbaiki kinerjanya dari pusat sampai ke daerah dan pemimpinnya harus bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Setiap pemerintah merencanakan mengurangi subsidi BBM masyarakat menentang rencana pemerintah dikarenakan masyarakat menilai kinerja pemerintah belum optimal dan cenderung inefisiensi.
Apabila pemerintah mampu mengurangi subsidi BBM tanpa menimbulkan keresahan masyarakat dan mampu mengendalikan tingkat inflasi maka pemerintah mempunyai anggaran yang cukup untuk membangun sarana dan prasarana, meningkatkan anggaran untuk kesehatan masyarakat, peningkatan mutu pendidikan, dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Apabila pemerintah tidak segera mengurangi subsidi, diduga ada kecenderungan pemerintah berpihak kepada masyarakat menengah ke atas dan mengabaikan masyarakat kecil yang sebenarnya sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah.
Masyarakat kecil yang berhak untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, dan bantuan sosial lainnya terabaikan dikarenakan pemerintah salah mengalokasikan subsidi. Sampai sekarang pemerintah belum bisa menerapkan wajib belajar 12 tahun karena keterbatasan anggaran, begitu juga pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang belum maksimal apalagi untuk bantuan sosial.
Pemerintah diharapkan secara bertahap mengurangi subsidi dan dialihkan ke subsidi kepada orang-orang yang berhak menerima atau usaha yang melayani kepentingan masyarakat seperti subsidi untuk kereta api kelas ekonomi, subsidi kapal laut untuk kelas ekonomi, subsidi untuk angkutan umum.
Selama pemerintah tetap mensubsidi barang seperti subsidi BBM maka permasalahan subsidi BBM tidak pernah berakhir di Indonesia, apalagi tipe masyarakat Indonesia kebanyakan lebih suka menerima bantuan dari pada suka memberi bantuan, lihat saja sudah memiliki mobil masih juga meminta subsidi BBM. Dalam hal pengelolaan tentu subsidi barang lebih mudah dibandingkan apabila subsidi langsung tetapi dalam ketepatan sasaran subsidi langsung lebih tepat sasaran dibandingkan dengan subsidi barang.***
SAMSUNG ELECTRONICS
Sunarto Wage, S.E., M.Si
Dosen Universitas Putera Batam
Share this article :
Comments
0 Comments
 
Support : Batampos | BatamTV | Batamtoday | Haluan Kepri | TribunBatam
Copyright © 2011. Batam Hari Ini, Esok & Nanti - All Rights Reserved
Template Modify by Awaluddin, SE
Proudly powered by Blogger