Batam Hari Ini :
Home » » Walikota Batam Sidak Drainase Muka Kuning

Walikota Batam Sidak Drainase Muka Kuning




Terkait Banjir yang Dikeluhkan Warga
MUKAKUNING (HK)- Walikota Batam Ahmad Dahlan melakukan inpeksi mendadak (sidak) drainase di Mukakuning, Senin (25/2). Sidak tersebut dilakukan terkait banjir yang dikeluhkan warga Kampung Aceh setiap hujan turun.
Setelah dicek, ternyata drainase tersebut tersumbat tanah liat akibat pekerjaan cut and fill yang dilakukan CV Vijina Bouxintindo. Begitu mengetahui drainase tersebut tersumbat, Bapedalda Kota Batam langsung menyegel alat berat yang melakukan cut and fill di kawasan itu.

" Jadi, ini rupanya penyebabnya, pantasan warga di sini nggak tahu. Bahwa ada  pengerjaan cut and fill di sini. Sementara izin perusahaannya baru dikeluarkan oleh OB. Itupun izin nya sudah mati, dan tidak ada izin lingkungan dari Bapedalda. Makanya kami segel," papar Dahlan yang ditemui di sela-sela sidak, kemarin.

Saat sidak, Ahmad Dahlan didampingi Kadistako Gintoyono, dan Kadis PU Yumasnur, Kepala Bapedalda Batam Dendi N Purnomo.

Dahlan menyebutkan pihaknya terpaksa menyetop cut and fill yang dilakukan tanpa izin Bapedalda. Kemudian, Dinas PU Batam akan melakukan normalisasi pada saluran drainase,  supaya dapat berfungsi kembali. Namun, menurut Dahlan, jika tanpa disertai penyetopan cut and fill sembarangan, maka tidak menutup kemungkinan kondisi serupa terulang kembali.

" Untuk penanganan jangka panjang pun, PU akan menginventarisir kembali cut and fill di Batam ini. Baik yang ada izin, maupun yang tidak. Dan, kami akan lakukan bekerjasama dengan BP Batam," jelas Dahlan.

Dahlan mengatakan, ke depan setiap ada pematangan lahan atau cut and fill ini, harus disertai dengan persyaratan atau spesifikasi tertentu guna menjamin efek yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.

" Supaya jelas nanti, airnya itu mengalir kemana arahnya. Kalau ada cut and fill kan memang begitu, begitu hujan air langsung turun karena tidak ada penahan. Nanti kami cari bersama, apakah ini harus dibuat waduknya atau apa. Jadi, setiap ada cut and fill pun harus koordinasi dengan Pemko Batam," tambahnya.

Kadistako Gintoyono menambahkan, langkah antisipasi ini harus cepat dilakukan. Sebab, setiap terjadi permasalahan, masyarakat tahunya hanya Pemko, padahal masih ada penyebab lain.

Sementara itu, untuk pengerjaan cut and fill yang dilakukan CV Vijina Bouxitindo diakuinya belum mempunyai izin. Menurut keterangan Gintoyono, perusahaan tersebut melakukan aktifitas potong tanah untuk di jual kembali kepada sebuah perusahaan pengembang perumahan yakni PT Mahkota Raya.

" Itu perumahan Royal Grande yang di Batam Centre. Jadi, tanahnya untuk menbangun rumah tersebut di ambil dari sini," pungkas Gintoyono
Share this article :
 
Support : Modifikasi Website | Awaluddin, SE | Batam Hari Ini, Esok dan Nanti
Copyright © 2011. Batam Hari Ini, Esok & Nanti - All Rights Reserved
Template Modify by Modifikasi Website
Proudly powered by Blogger